Terima kasih telah menjadi Guru,
Yang mengajarkan saya tentang kehidupan.
Terima kasih telah menjadi Ayah,
Yang memberi saya panutan.
Dan terima kasih telah menjadi sahabat,
Yang tidak menghakimi apa yang telah saya lakukan.
Namun selalu mengingatkan agar saya tidak 'jatuh.'
"Manakah yang lebih banyak, air mata yang telah engkau cucurkan sewaktu terlahir berulang-ulang dan mengembara yang sangat lama - menangis dan meratap karena bertemu dengan hal yang tak menyenangkan, berpisah dengan yang menyenangkan - atau jumlah air di keempat samudra? ... Air mata yang telah engkau cucurkan itu jauh lebih banyak ... "
(Samsara: Samudra Air Mata; Sutta Nipata 15.3)
Buku Baru
Telah terbit buku: "Satipatthana: Jalan Langsung ke Tujuan"
Karya: Bhikkhu Analayo
Hubungi Penerbit Karaniya atau toko buku terdekat.
Album Sound Offerings
Telah diluncurkan dua album lagu:
* Sutra Sari (Prajnaparamita Hrdaya Sutra; "Sin Cing")
* Sound Offerings Vol. 1 (Persembahan Mandala, Trisarana & Bodhicitta, Dhammapada 183, Doa Dedikasi)
DISTRIBUSI GRATIS (ongkos kirim ditanggung penerima)
Info: Agustina (087882266733; 021-99006391)
Selamat Hari Raya Waisak
Taman Rusa Isipatana, Varanasi, India
"Dalam diriku muncullah pengertian, muncullah pandangan tajam, muncullah pengetahuan, muncullah panna, muncullah realisasi akan hal-hal yang belum pernah terdengar sebelumnya: 'Inilah kenyataan Ariya tentang dukkha' ... 'Kenyataan Ariya tentang dukkha ini harus diketahui secara seksama' ... 'Kenyataan Ariya tentang dukkha ini telah diketahui secara seksama' ... 'Inilah kenyataan Ariya tentang sumber dukkha' ... 'Kenyataan Ariya tentang sumber dukkha ini harus ditinggalkan' ... 'Kenyataan Ariya tentang sumber dukkha ini telah ditinggalkan' ... 'Inilah kenyataan Ariya tentang berakhirnya dukkha' ... 'Kenyataan Ariya tentang berakhirnya dukkha ini harus dialami secara langsung' ... 'Kenyataan Ariya tentang berakhirnya dukkha ini telah dialami secara langsung' ... 'Inilah kenyataan Ariya tentang jalan untuk mengakhiri dukkha' ... 'Kenyataan Ariya tentang jalan untuk mengakhiri dukkha ini harus ditumbuhkembangkan' ... 'Kenyataan Ariya tentang jalan untuk mengakhiri dukkha ini telah ditumbuhkembangkan' ...
Dan ketika Bhagavan memutar Roda Dharma, para dewa bumi berseru: "Di Varanasi, di Taman Rusa Isipatana, Bhagavan telah memutar Roda Dharma yang tiada bandingnya yang tak dapat dihentikan oleh para pertapa atau samana, dewa, Mara atau Brahma atau siapa pun di jagat raya." Begitu mendengar seruan para dewa bumi, para dewa di alam Catummaharajika ikut berseru ... para dewa di alam Tavatimsa... para dewa di alam Yama ... para dewa di alam Tusita ... para dewa di alam Nimmanarati ... para dewa di alam Paranimmita-vasavatti ... para dewa di alam Brahma ikut berseru: "Di Varanasi, di Taman Rusa Isipatana, Bhagavan telah memutar Roda Dharma yang tiada bandingnya yang tak dapat dihentikan oleh para pertapa atau samana, dewa, Mara atau Brahma atau siapa pun di jagat raya."
Seketika itu juga, dalam sekejap, seruan terdengar hingga ke alam-alam Brahma. Dan ribuan dari ribuan dari ribuan jagat raya bergetar, berguncang dan gempa, sementara sinar cahaya agung dan tak terbatas bermunculan di jagat raya, melampaui kecemerlangan para dewa.
Kemudian Bhagavan berkata: "Kondanna tahu. Kondanna tahu" ...
(Sutta Dhammacakkappavattana: Pemutaran Roda Dharma)
Berbagi Pengalaman Pribadi
Bagaimana Dharma mengubah hidup Anda? Mungkin Anda mempunyai cerita atau kisah menarik tentang aplikasi Dharma dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kesuksesan maupun tantangan-tantangan yang Anda hadapi. Kisah Anda mungkin dapat menginspirasi orang lain dan ini adalah salah satu wujud dari dana paramita. Luangkan waktu sejenak untuk menulisnya dan berbagi dengan kami. Kirimkan kisah Anda ke: tbp.tjiming@ymail.com (Tji Ming) atau nevie.lim@gmail.com (Nevie Lim). (Catatan: redaksi dapat mengeditnya sesuai kebutuhan).